Indahnya Indonesiaku - Perjalanan Melalui 4 Provinsi

Indahnya Indonesiakua. Sepenggal perjalanan Ompram melewati 4 provinsi. Start dari Banten kemudian melewati Selat Sunda menuju Lampung. Langsung masuk tol. Gas pelan. Keluar tol di Terbanggi Besar.

Malam pertama bermalam di Way Kanan Lampung. Perjalanan ini hanya sya lakukan disiang hari. Malam istirahat. 

Lanjut paginya menuju Muara Enim. Way Kanan ke Muara Enim sekitar 200++ km. Jalan cukup bagus.

Malam kedua istirahat di Muara Enim. Kami sewa sebuah kamar yg cukup untuk berempat: Ompram, Mbah, Istri dan Anak.

Tidak banyak yg dilakukan di Muara Enim. Makan malam lalu tidur, sebelumnya pada mandi pakai air yang bisa anget atau dingin. Harga makanan berbeda agak jauh dengan di Banten. Agak tinggi disini, Muara Enim.

Paginya lanjut menuju Kota Curup. Rute yang Ompram pilih ada melewati bukit lembah. Dengan kapasitas mesin mobil yang 1L, perjalanan lancar merayap. Banyaak penjual durian di sepanjang perjalanan. Ada juga yang jual duku, jeruk. Sepertinya sedang musim durian.

Kami memilih rute Tebing Tinggi. Jalan berkelok, naik turun, ada juga jalan yg amblas, jalan tinggal separoh. Ada juga jalan yang sedang perbaikan. Ada escavator (bener ga tulisannya). 

Hampir sepanjang jalan adalah disamping sungai. Magrib kami sampai di Kota Curup. Kemudian lanjut menuju Kota Muara Aman. Ternyata jalan berkelok masih ada. Hujan rintik hampir sepanjang jalan Curup ke Muara Aman. 

Ternyata sinyal provider yang saya pakai tidak full merata. Kadang dapat kadang hilang. Padahal modal Google Maps sangat kami andalkan. Beberapa kali tanya kemana arah Muara Aman. Hawatir nyasar. Malu bertanya sesat di jalan.

Akhirnya sampai di Muara Aman sekitar jam 20.00 wib. 

Masih harus masuk lagi ke agak pedalaman. Sekitar 15 km lagi harus masuk jalan yg lebih kecil dan menanjak. Hujan. Kelok kelok jalan. Baru pertama. Sungguh situasi yang membuat keinget terus.

Sambil dipandu, jalan terus menuju tujuan. Sampai akhirnya sampai dipersimpangan. Jalan kecil tapi aspal masih item. Kayaknya aspal baru jadi. Masuk kanan, ke gang itu tadi.

Melalui jalan yg hanya bisa 1 mobil saja. Ga tau kalau ada mobil dari awal berlawanan, harus bagaimana. Saat paling wah itu ketika harus melalui jembatan kayu. Coba bayangin kondisi ini: pertama kali lewat sana, hujan, sudah malam, badan capek, harus turun untuk mengecek kekuatan jembatan itu. Dengan bermodal HP, saya turun mengecek jembatan.

Kuat. Setelah saya cek ternyata jembatan itu kuat. Saya loncat beberapa kali dikayu jembatan itu, memastikan kekuatannya. Yakin, jalan. 

Lanjut menelusuri jalan kecil. Akhirnya sampai di tempat tujuan. Di Bengkulu, 2 malam 1 hari. Terus lanjut persiapan perjalan pulang.

Kalau berangkat memilih rute Tebing Tinggi, pulangnya memilih rute Lubuk Linggau. Berangkat dipagi hari. Hujan rintik.

Mungkin ada yg tanya, kenapa memilih jalur beda dengan waktu berangkat..? Karena saya memilih jalan yang tidak kelok-kelok dan tidak turun naik. Dan benar saja, jalur Curup ke Lubuk Linggau kebanyakan datar. Dan ada 1 titik yang kita bisa melihat sangat jauh. Masyaa Allah, saya masih ingat, itulah kata yg terucap.

Dari atas sebuah bukit, di pinggir jalan saya parkirkan mobil. Pesen kopi lalu berfoto. Sungguh menakjubkan ciptaan Mu. Sekitar 30 menit, lalu lanjut jalan lagi.

Oiya ada 1 kejadian sy salah arah, malah menuju arah Jambi. Beruntung ada rambu jalan bertuliskan Jambi lurus. Cari belokan lalu tanya, eh salah. Lumayan 5 km balik arah.

Perjalan sampai malam, nyari penginapan disekitaran Sekayu. Cari makan malam dulu sebelumnya. Sewa 2 kamar. Mandi lalu tidur.

Paginya lanjut ke arah Lampung melalui tol Sekayu Palembang. Keluar tol Terbanggi Besar. Menginap malam kedua di Way Kanan lagi. Nginap semalam. Besoknya sekitar jam 10 pagi, lanjut menuju arah Banten. 

Sampai di Pelabuhan Bakau lalu beli tiket, masuk kapal. 

Sandar di Dermaga eksekutif Merak sekitar jam 20.00 wib. Cari makan. Lalu lanjut pulang ke rumah. 

Sebagai tambahan, selama perjalanan kurleb 8 hari, cuma ketemu dengan Pertalite 1x. Hampir semuanya Pertamax. Susah cari Pertalite. Pemandangan antrian di SPBU adalah hal yang sering terlihat selama perjalanan. Harga Pertamax di Wilayah Bengkulu waktu itu 15 rb ++ per liter. Masuk Palembang sudah 14 rb ++.

Untuk siasati antrin di SPBU, pokoknya ada Pertashop kosong, langsung belok isi penuh. Jaga-jaga aja. Total jarak tempuh 1600 km ++. Tiket penyebrangan Selat Sunda sejalan 600rb++. Belum tol. Makan. Penginapan.

Ada beberapa poin catatan dari perjalan 4 provinsi ini:

  1. Allahu Akbar
  2. Manusia kecil
  3. Jer basuki mowo beyo
  4. Silaturahim
  5. Tambahkan di kolom kementar menurut versi kamu
Video singkat perjalanan:


Comments